Karakteristik mikrobiologi Terasi Seruway pada kemasan dan suhu penyimpanan yang berbeda

Authors

  • Cut Ayu Nurazmi Program Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim, Jalan Almuslim, Matang Glumpang Dua, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, Indonesia 24261
  • Rindhira Humairani Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian Universitas Almuslim. Jln. Almuslim Matangglumpangdua, Bireuen-Aceh
  • Yusrizal Akmal Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian Universitas Almuslim. Jln. Almuslim Matangglumpangdua, Bireuen-Aceh
  • Muliari Muliari Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian Universitas Almuslim. Jln. Almuslim Matangglumpangdua, Bireuen-Aceh
  • Ilham Zulfahmi Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.51179/jipsbp.v3i2.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mikrobiologi terasi seruwey pada kemasan dan suhu penyimpanan yang berbeda di Desa Pusong Kapal KecamatanSeruwey Kabupaten Aceh Taming.Penelitian dilakukan selama 60 hari dari Februari hingga Maret 2020 di Laboratorium Program Studi Budidaya Perairan Universitas Almuslim Bireuen. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif .Parameter yang diamati adalah jumlah koloni dan jenis mikroba.perhitungan dilakukan terhadap cawan petri dengan jumlah koloni bakteri antara 30-300. Perhitungan Total Plate Count dinyatakan sebagai jumlah koloni bakteri hasil perhitungan dikalikan faktor pengencer. Dan selanjutnya dihitung menggunakan rumus TPC (Total Plate Count) dengan 3 kemasan yaitu Alumunium Foil, HDPE dan Vakum dan  4 suhu penyimpanan yaitu 4°C, -8°C, 28°C dan 40°C dengan waktu penyimpanan 10 H, 20H, 30H dan 40H.Parameter mutu yang paling cepat mengalami penurunan selama penyimpanan yang ditunjukkan dengan nilai koefisien k mutlak atau nilai koefisien korelasi (R 2 ) paling besar.  Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Untuk nilai R2 tertinggi terdapat pada kemasan Vakum dengan nilai R2: 0,987 dan nilai R2 terendah terdapat pada kemasan HDPE dengan nilai R2: 0,011.

References

Cahyo, M. F. N., Hastuti, S., & Maflahah, I. (2016). Penentuan umur simpan terasi instan dalam kemasan. Agrointek, 10(1), 55-61.

Humairani, R., Akmal, Y., Maritalia, D., Yunizar, Z., Mangkuwinata, S., Muttaqim, H., & Zulfahmi, I. (2021, February). Strategy and facilitating model for small scale terasi business in the Camar Laut small enterprises. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 674, No. 1, p. 012011). IOP Publishing.

Kusnandar, F. (2011). Pendugaan umur simpan produk pangan dengan metode accelerated shelf-life testing.

Mahasri, G., Ulfiana, R., & Suprapto, H. (2012). Tingkat Kejadian Aeromonasis pada Ikan Koi (Cyprinus carpio carpio) yang Terinfeksi Myxobolus koi pada Derajat Infeksi yang Berbeda [Aeromonasis Incidence Rate In Koi (Cyprinus carpio carpio) That Infected Myxobolus koi At Different Degrees Of Infection]. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 4(2), 169-174.

Saffitriani, Humairani, R., & Akmal, Y. (2021, March). Penentuan Kadar Air Terasi Seruway Pada Kemasan Aluminium Foil Dan Suhu Penyimpanan Yang Berbeda. In Prosiding Seminar Nasional Pertanian (Vol. 3, No. 1).

Suwandi, S., Rohanah, A., & Rindang, A. (2017). Uji Komposisi Bahan Baku Terasi Dengan Menggunakan Alat Pencetak Terasi (Shrimp Paste Composition Test Using Shrimp Paste Molder). Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian, 5(1), 196-201.

Published

2021-11-29

How to Cite

Nurazmi, C. A., Humairani, R., Akmal, Y. ., Muliari, M., & Zulfahmi, I. . (2021). Karakteristik mikrobiologi Terasi Seruway pada kemasan dan suhu penyimpanan yang berbeda . Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan, 3(2), 109-114. https://doi.org/10.51179/jipsbp.v3i2.746

Issue

Section

Articles